
Yuk kunjungi situs resmi Kemenag Paluta di https://kemenagpaluta.id/ untuk mendapatkan informasi lengkap seputar layanan, berita, agenda kegiatan, dan inovasi terbaru yang selalu update, resmi, dan terpercaya.
Saat Kegiatan
Padanggarugur (Humas), Dalam rangka mendukung transformasi digital di lingkungan Kementerian Agama, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Padang Lawas Utara melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus Launching Aplikasi SRIKANDI yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di madrasah tersebut, Senin (1/09).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi MIN 4 Paluta untuk meneguhkan komitmen ASN dalam mewujudkan tata kelola persuratan dan arsip digital yang lebih modern, efektif, dan efisien sesuai dengan kebijakan nasional.
Kepala MIN 4 Paluta, Warda Ati Rambe, S.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa penggunaan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) bukan lagi sebuah pilihan, melainkan tuntutan zaman yang harus direspons dengan kesungguhan.
“Digitalisasi birokrasi adalah keniscayaan. Kehadiran aplikasi SRIKANDI merupakan langkah maju yang akan membantu kita menata administrasi, surat-menyurat, dan arsip secara rapi, cepat, serta mudah diakses. ASN harus mampu beradaptasi dan menguasai teknologi ini, sebab pelayanan publik yang kita berikan harus semakin transparan dan akuntabel,” ujar Warda Ati Rambe.
Lebih lanjut, ia juga berharap agar para ASN tidak hanya berhenti pada tahap memahami aplikasi, tetapi benar-benar mengimplementasikannya dalam aktivitas kerja sehari-hari. Dengan demikian, transformasi digital bukan sekadar jargon, melainkan budaya kerja baru yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan madrasah.
Sebagai narasumber, hadir Miftahurrahman Ritonga, S.Th.I., M.Si., yang memberikan pemaparan mendalam mengenai latar belakang lahirnya aplikasi SRIKANDI, manfaatnya bagi instansi, serta langkah-langkah teknis penggunaannya. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa SRIKANDI adalah instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat tata kelola kearsipan nasional yang terintegrasi antarinstansi.
“SRIKANDI hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk mempermudah pekerjaan kita. Dengan sistem digital, arsip dapat terdokumentasi dengan baik, tidak tercecer, dan bisa diakses kapan saja sesuai kebutuhan. Namun, tentu keberhasilan implementasinya bergantung pada komitmen ASN sebagai pelaksana,” jelas Miftahurrahman.
Ia juga mendorong agar ASN MIN 4 Paluta tidak ragu bertanya, berdiskusi, serta berlatih dalam menggunakan aplikasi ini. Menurutnya, keberanian mencoba dan keterbukaan menerima perubahan adalah kunci agar transisi menuju era digital dapat berjalan lancar.
Kegiatan bimtek ini berlangsung interaktif. Para ASN tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berkesempatan melakukan praktik langsung penggunaan aplikasi SRIKANDI. Suasana antusiasme tampak dari semangat peserta yang aktif bertanya serta mencoba setiap fitur dalam aplikasi.
Sebagai penguat, Warda Ati Rambe juga mengutip arahan Menteri PAN-RB yang menegaskan bahwa penerapan SRIKANDI adalah bagian dari agenda nasional reformasi birokrasi digital.
“Kementerian PAN-RB telah menegaskan bahwa target digitalisasi persuratan melalui SRIKANDI harus tercapai di seluruh instansi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar birokrasi semakin cepat, transparan, dan melayani,” ujarnya menambahkan.
Senada dengan itu, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai pengembang aplikasi SRIKANDI menegaskan bahwa aplikasi ini adalah sistem kearsipan dinamis yang sudah ditetapkan sebagai aplikasi umum melalui Keputusan Menteri PAN-RB. Kepala ANRI bahkan menyebut SRIKANDI sebagai tulang punggung tata kelola kearsipan nasional.
“Dengan SRIKANDI, arsip negara lebih aman, terdokumentasi, dan siap mendukung pengambilan kebijakan berbasis data,” demikian dikutip dari pernyataan resmi ANRI.
Dengan adanya launching ini, MIN 4 Paluta menegaskan diri siap berkontribusi dalam mendukung program pemerintah menuju “Indonesia Digital”, khususnya di bidang pendidikan dan pelayanan publik. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pelaksanaan reformasi birokrasi di tingkat satuan kerja, di mana setiap ASN dituntut untuk adaptif, inovatif, serta profesional.
Di akhir kegiatan, Kepala MIN 4 Paluta menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan narasumber yang telah memberikan kontribusi positif. Ia berharap, setelah bimtek ini, ASN di lingkungan MIN 4 Paluta benar-benar konsisten mengaplikasikan ilmu yang didapat sehingga digitalisasi birokrasi dapat berjalan sesuai harapan.
“Semoga langkah kecil yang kita mulai hari ini menjadi bagian dari perubahan besar di masa depan. Mari kita wujudkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat melalui tata kelola persuratan digital,” pungkasnya.