
Yuk kunjungi situs resmi Kemenag Paluta di https://kemenagpaluta.id/ untuk mendapatkan informasi lengkap seputar layanan, berita, agenda kegiatan, dan inovasi terbaru yang selalu update, resmi, dan terpercaya.
Kegiatan MGMP di Hadiri Bapak KaKan Kemenag Paluta
Gunungtua (Humas), MTs Negeri 2 Padang Lawas Utara melaksanakan Kegiatan MGMP untuk tenaga pendidik dan kependidikan dengan tujuan meningkatkan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian guru melalui kolaborasi dan pengembangan bersama antar sesama guru mata pelajaran. Acara ini berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 23-26 Agustus. Hari pertama kegiatan yang bertindak sebagai narasumber yaitu dengan menghadirkan secara langsung Pengawas Madrasah Ibu Efrida Hanum, S.Pd, M.Pd.E. Kegiatan ini berlangsung di ruang Guru MTsN 2 Paluta dan diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan (Sabtu 23/08)
Kegiatan
MGMP ini dilaksanakan dengan materi utama “Penyusunan Perencanaan Pembelajaran Mendalam dengan Insersi
Kurikulum Berbasis Cinta”, menghadirkan pendekatan pembelajaran
yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi akademis, melainkan juga
pembentukan karakter, empati, dan kepekaan sosial peserta didik.
Acara dibuka oleh
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Lawas Utara yang dalam
kesempatan ini diwakili oleh Bapak Kasubbag Tata Usaha H.Rosiddin Harahap, S.Pd
, turut hadir dalam acara ini Bapak Kasi Penmad H. Dian Siregar, MA, yang dalam
sambutannya menyampaikan pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran sebagai
dasar utama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah. Saya
sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan MGMP yang menjadi wadah
strategis dalam pengembangan kompetensi guru. Melalui MGMP, guru tidak hanya
saling berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga bersama-sama membangun
pemahaman yang utuh terhadap kurikulum, asesmen, strategi pembelajaran, serta
penguatan karakter siswa.
Dalam sambutannya Ibu Kepala Madrasah berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya mulai dari awal kegiatan sampai selesai, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru yang tergabung dalam MGMP, karena kegiatan ini merupakan wujud nyata profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, MGMP menjadi forum penting untuk berbagi praktik baik, menyusun perangkat ajar, serta menyamakan persepsi terhadap kurikulum yang berlaku, termasuk implementasi Kurikulum Merdeka saat ini.
Selanjutnya dalam paparannya, Ibu Efrida juga menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta yang mulai diterapkan secara bertahap oleh Kementerian Agama berfokus pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam pada aspek sosial dan emosional, untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan berbasis cinta.
Pendekatan ini sejalan dengan semangat madrasah sebagai ruang pendidikan yang menyentuh hati dan akal, bukan tentang pencapaian akademik semata. Beliau juga menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta dirancang untuk mendorong siswa mengintegrasikan nilai-nilai kemanusiaan dan kasih sayang dalam setiap aktivitas pembelajaran, membangun lingkungan belajar yang inklusif, empatik dan bermakna secara emosinal.
Selanjutnya pada hari ketiga kegiatan langsung dihadiri oleh Bapak Kepala Kantor Kemenag Paluta H.Mara Timbul Daulay, S.Pd.,M.M dan yang menjadi Narasumber yaitu Ketua Tim (Katim) Kurikulum Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Syawaluddin Matondang, S.E., M.M didampingi staff.
Dalam sambutannya Bapak H.Mara Timbul Daulay, S.Pd.,M.M berpesan kepada para Guru agar memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Jadikan
forum MGMP sebagai tempat bertumbuh dan belajar bersama. Semangat kolaboratif
seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di
sekolah kita masing-masing. Saya juga mendorong agar hasil dari MGMP ini
didokumentasikan dengan baik dan diterapkan secara nyata di kelas.
Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan
lancar dan menghasilkan output yang bermanfaat, tidak hanya bagi guru sebagai
individu, tetapi juga bagi siswa, sekolah, dan dunia pendidikan pada umumnya.